Bahasa Indonesia dalam Pembentukan Karakter Bangsa
BAHASA
INDONESIA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA
Ula Nabila 160211600141
S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Negeri Malang
Pendahuluan
Pembentukan karakter dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor yang salah satunya adalah bahasa. Di Indonesia bahasa Indonesia
mempunyai fungsi majemuk, antara lain: menjadi bahasa persatuan, bahasa Negara,
bahasa resmi, bahasa penghubung antara individu satu dengan individu yang lainnya,
bahasa pergaulan, dan yang tidak kalah penting yaitu bahasa Indonesia sebagai
bahasa pengantar disemua sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia. Bahasa
indonesia juga mempunyai peran yang beragam. Peran tersebut meliputi bagaimana
proses mulai dari tingkat individu hingga suatu masyarakat yang luas untuk memahami
diri dan lingkungannya. Menurut
Pamungkas (2012:21) pembelajaran penggunaan bahasa yang santun kepada anak-anak
dan generasi Indonesia harus intensif dilakukan agar generasi-generasi Indonesia
mempunyai karakter Indonesia
Banyaknya hambatan yang
dihadapi bahasa Indonesia untuk membentuk karakter bangsa membuat pendidikan
atau pembelajaran tentang bahasa Indonesia lebih ditingkatkan lagi. Karakter
dari warga negara Indonesia dapat dilihat dari bagaimana cara berbahasanya. Apa
lagi pada masa sekarang dengan adanya globalisasi menjadikan tantangan
tersendiri bagi bahasa Indonesia untuk mempertahankan eksistensinya. Tidak
dapat dipungkiri bahwa bahasa Insonesia merupakan identitas dari bangsa ini.
Karena karakter-karakter bangsa Indonesia terbentuk dari bahasa Indonesia.
Peran Bahasa Indonesia dalma
Pengembangan Karakter
Salah satu peran penting bahasa Indonesia adalah
alat untuk membentuk kepribadian dan karakter. Bahasa Indonesia berperan
membetuk karakter dan kepribadian Indonesia melalui penggunaannya seperti
berbicara, mendengar, membaca dan menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia
yang benar. Pada awal pertumbuhan bahasa Indonesia dulu, setiap warga Indonesia
menggunakan bahasa Indonesia dengan sangat hati-hati untuk berbicara karena
bahasa adalah sebagai refleksi kepribadian. Adanya istilah “budi bahasa”
merujuk kepada pentingnya bahasa digunakan untuk mengekspresikan sikap dan
kepribadian terpuji. Ada juga yang menyebut istilah “pelihara budi bahasa” artinya
nasihat itu bertujuan untuk menjaga perilaku yang sopan dan bahasa yang santun.
Sikap sopan dapat
ditujukan pada perilaku atau perbuatan yang baik dan santun dapat ditujukan pada
pembicaraan yang terpelihara. Hal ini membuktikan bahwa misi utama menggunakan
bahasa Indonesia adalah untuk membentuk perilaku atau karakter. Harapan yang
diberikan kepada pengguna bahasa Indonesiaa adalah agar selalu menjaga
kesantunan dalam berperilaku dan berbahasa hinhagga munculnya suatu istilah
“bahasa menunjukkan bangsa”. Dengan adanya istilah tersebut dapat juga
dikembangkan menjadi bahasa menjukkan karakter atau bahasa menunjukkan
kepribadian. Dengan demikian tidak
terlalu salah jika ingin menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu aspek
terpenting untuk membentuk karakter kepribadian bangsa pada masyarakat
Indonesia masa kini. Terutama untuk masyarakatnya yang terdidik.
Penguasaan bahasa
Indonesia berperan dalam mengembangkan berbagai kecerdasan, karakter dan
kepribadian. Orang yang menguasai bahasa Indonesia secara aktif dan pasif akan
dapat mengekspresikan pemahaman dan kemampuan dirinya secara runtut,
sistematis, logis dan lugas. Hal ini dapat menandai kemampuan mengorganisasi
karakter dirinya yang terkait dengan potensi daya fikir, emosi, keinginan, dan
harapannya. Hal ini kemudian bahasa Indonesia berperan membetuk karakter dan
kepribadian Indonesia melalui penggunaan bahasa Indonesia seperti berbicara,
mendengar, membaca dan menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar.
Menurut Widjono (2008:3) semakin intensif penggunaan bahasa dan semakin teliti
dan benar pilihan bahasa yang digunakan diyakini semakin tinggi karakter dan
kepribadian orang yang menggunakannya diekspresikannya dalam berbagai bentuk
tindakan positif.
Untuk membentuk karakter yang baik melalui bahasa Indonesia
anak-anak pada usia dini harus diberikan pembelajaran tentang bahasa Indonesia
baik secara lisan atupun tulis. Para pendidikpun juga harus memberikan contoh
berbahasa Indonesia yang baik dalam situasi formal maupun nonformal. Dengan
berbahasa yang baik, tentu seseorang juga akan bertingkah laku yang baik pula.
Menurut Pamungkas (2012:24) dengan pola pembelajaran bahasa Indonesia yang
baik, maka bangsa Indonesia melalui bahasa juga mampu mengawal empat pilar
kebangsaan, yaitu (1) Negara Kesatuan Republik Indonesia; (2) Undang-Undang
Dasar Negara Indonesia 1945; (3) Pancasila; (4) Bhineka Tunggal Ika.
Hambatan yang Dihadapi Bahasa
Indonesia dalam Pembentukan Karakter
Lunturnya penggunaan bahasa Indonesia pada saat ini sudah
mulai terlihat. Hal ini dapat dibuktikan dari semakin sedikitnya penggunaan
bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kecintaan dan kebangan masyarakat
Indonesia untuk berbahasa Indonesia juga mengalami penurunan. Masalah ini
merupakan salah satu hambatan bagi bahasa Indonesia dalam membentuk karakter
bangsa. Jika hal ini terjadi maka bangsa Indonesia sedang dilanda krisis
kepribadian mengingat bahasa Indonesia adalah karakteristik dan jati diri
bangsa Indonesia Maka dari itu
pengembangan, pengajaran, dan pendidikan bahasa Indonesia untuk saat ini
sangatlah penting.
Pemakaian bahasa
asingpun turut serta dalam menghambat penggunaan bahasa Indonesia. Dewasa ini
masyarakat mulai menganggap bahwa dengan menggunakan bahasa asing dapat
terlihat lebih berwawasan dan berpendidikan. Bahkan penggunaan bahasa asing
dalam kehidupan sehari-hari sudah biasa dilakukan. Namun pada kenyataannya hal
ini akan membuat bahasa Indonesia
semakin terlupakan dan diremehkan. Dalam situasi seperti ini sama saja nilai
sosial budaya di Indonesia mulai menurun. Harus disadari bahwa bahasa Indonesia
adalah identitas bangsa yang tidak mungkin dihilangkan.
Jika satu bahasa daerah
musnah, itu berarti bahwa ideologi, budaya, situasi atau kebijakan terhadap
alam dan sosial semesta dalam bahasa itu yang telah dibangun melalui evolusi
bertahun-tahun akan musnah. Kenyataan penggunaan bahasa asing secara tidak
proporsional, musnahnya bahasa daerah, dan berleluasanya pengambilan aset budaya
Indonesia oleh negara lain merupakan fakta bahwa bangsa Indonesia sedang
menghadapi atau mengalami krisis jati diri yang dahsyat sebagai bangsa dan
sebagai suku bangsa. Jika sudah seperti ini maka akan sulit bagi bahasa
Indonesia untuk membentuk karakter bangsa Indonesia yang baik.
Padahal, bahasa
Indonesia memiliki filosofi yang luar biasa bukan sekadar sarana berkomunikasi,
tetapi menyangkut jiwa bangsa Indonesia. Krisis berbahasa Indonesia pada pemuda
tidak terlepas dari sistem pengajaran bahasa Indonesia di sekolah, bahasa
Indonesia yang diajarkan di sekolah maupun kampus lebih cenderung mengarah pada
pengajaran tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sedangkan sisi filosofis
bahasa Indonesia semakin jarang dipelajari, karena itu pula bahasa Indonesia
mengalami kelunturan. Isman (1998:69) berpendapat bahwa pemuda sekarang
kelihatan percaya diri kalau mampu bicara bahasa Inggris atau menyelipkan
kata-kata asing dalam percakapan dan tulisannya. Sebaliknya saat mereka kaku
berbahasa Indonesia, bukan karena bahasa Indonesianya, tetapi pemahaman yang
minim.
Karakter yang Dapat Terbentuk
Melalui Bahasa Indonesia
Karena terbentuknya
bahasa Indonesia dahulu melalui banyak perjuangan dan amanah maka dari itu
bahasa Indonesia pasti membentuk karakter yang baik untuk bangsanya. Karakter
yang baik dapat diartikan bahwa perilakunya baik ucapan, budibahasa, tindakan
maupun perbuatan dapat diterima oleh orang lain. Semakin luas lingkungan
masyarakat yang menerima kebaikannya dapat diartikan bahwa kebaikan pribadinya
semakin sempurna. Memang salah satu fungsi bahasa Indonesia yaitu sebagai alat
komunikasi mengakibatkan orang-orang yang berkarakter baik maupun tidak baik
tetap menggunakan bahasa Indonesia. Namun melalui penggunaan bahasa Indonesia
yang baik dan benar dapat dilihat karakter yang baik pula.
Penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan benar secara sadar akan membentuk karakter-karakter
positif, Menteri Akbar Tanjung, telah menguraikannya secara rinci pada kongres
bahasa Indonesia V, 1988, yaitu sebagai berikut: (1)penggunaan bahasa Indonesia
yang baik dan benar secara sadar berarti membiasakan diri untuk berdisiplin.
(2)kecintaan terhadap bahasa Indonesia merupakan salah satu bentuk nasionalisme
dan patriotisme yang perlu ditumbuhkan dalam mengarungi arus modernisasi. (3)pemakaian dan kemampuan berbahasa Indonesia akan
memperkokoh kepribadian, yang pada gilirannya menjadi pertahanan dalam
menghadapi persaingan global. (4)pembiasaan menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar akan membawa ke dunia budaya tulis yang sempurna yang merupakan
bekal utama untuk menguasai ilmu dan teknologi.
Karakter-karakter yang
terbentuk dalam bahasa Indonesia tersebut akan menjadi cerminan bangsa
Indonesia. Penerapan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus
sudah ditanamkan pada anak-anak Indonesia sejak kecil. Hal ini dapat diawali
dari lingkungan keluarga kemudian dapat meluas hingga ke lingkungan masyarakat.
Dengan begitu Indonesia mendapatkan dua kehormatan. Pertama, bahasa Indonesia
yang tetap dijunjung tinggi. Kedua, karakter bangsa Indonesia yang baik dan
mulia.
Penutup
Bahasa Indonesia
sangat berperan penting dalam pembentuka karakter bangsa. Hal ini disebabkan
karena bahasa Indonesia mempunyai fungsi dalam segala aspek dalam kehidupan
bangsa Indonesia. Hambatan-hambatan yang menyebabkan lunturnya rasa cinta dan
bangga terhadap bahasa Indonesia harus diatasi oleh semua warga negara
Indonesia. Tidak hanya kepala negara, pemerintah, ataupun guru yang bertanggung
atas hal ini. Jadi penerapan, pendidikan, dan teladan atas penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan benar harus sudah ditanamkan pada generasi-generasi
penerus bangsa sejak kecil. Dengan begitu Indinesia tidak akan kehilangan
martabat dan kewibawaannya di mata negara lain.
Daftar Rujukan
Akbar Tanjung. 1990. Peranan Bahasa Indonesia dalam Pembinaan
Generasi Muda. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Isman, Hayono. 1998. Bahasa Indonesia dan Generasi Muda. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pamungkas, Sri. 2012. Bahasa Indonesia dalam Berbagai Prespektif. Yogyakarta:
Penerbit Andi.3
Putri, Dinda. 2015. Peran Bahasa Indonesia dalam Pembentukan
Karakter Bangsa, (Online), (https://www.peran-bahasaindo.blogspot.co.id/2015/02/bahasaindo), diakses 12
Februari 2017.
Widjono, Hs. 2008. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan
Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.
Komentar
Posting Komentar